perbedaan-nabi-dan-rasul
General

Perbedaan Nabi dan Rasul, Serta Kisah Ulul ‘Azmi

ObatCinta.com – Nabi dan Rasul adalah seorang teladan yang diimani oleh para umat Islam di seluruh penjuru dunia. Allah SWT mengutus para Nabi dan Rasul agar mereka bisa menyampaikan wahyu, ajaran serta aturan yang seharusnya ditaati oleh para umat muslim. Meskipun terdapat perbedaan antara nabi dan rasul, namun para utusan Allah tersebut sama-sama memiliki satu misi yang sama, yaitu membawa dan meneruskan kebaikan untuk seluruh manusia di muka bumi. Dalam salah satu firman yang Allah SWT turunkan ke dalam Al Qur’an, Ia menyebutkan:

“Kami telah mengutus beberapa utusan sebelum engkau, di antara mereka itu ada yang telah kami ceritakan kepadamu, dan ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu, dan ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu.” (QS: Al-Mu’min: 78)

Jumlah nabi dan rasul yang kita ketahui pada umumnya adalah sejumlah 25 orang. Namun berdasarkan Hadist Riwayat At-Turmuzy, secara keseluruhan terdapat nabi sebanyak 124.000 orang di dalam Islam. Nabi yang diangkat sebagai rasul adalah sejumlah 312 orang, dan yang disebutkan dalam Al Qur’an secara jelas adalah sebanyak 25 orang. Dari 25 jumlah Nabi dan Rasul tersebut, ada lagi Nabi yang masuk ke dalam kategori Nabi Ulul ‘Azmi.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang peran seorang Nabi, Rasul, dan apa itu Nabi Ulul ‘Azmi, mari kita simak tentang pengertian dan perbedaan nabi dan rasul di bawah ini.

Pengertian dan Perbedaan antara Nabi dan Rasul

Kata “Nabi” secara etimologi berasal dari kata “Naba” yang artinya “dari tempat yang tinggi”. Sedangkan untuk pengertian secara singkatnya, Nabi adalah seorang manusia yang Allah SWT berikan wahyu serta mukjizat untuk dirinya, dan wahyu tersebut tidaklah wajib untuk ia sebarkan ke seluruh umat manusia.

Sedangkan Rasul, berasal dari kata “Risala” yang artinya adalah “penyampai”. Yang membedakan antara Nabi dan Rasul adalah, seorang Rasul dipercayai dan diutus untuk menyampaikan wahyu atau berdakwah kepada umat manusia agar hanya menyembah kepada Allah SWT semata.

Di antara jumlah 25 nabi dan rasul yang disebut di dalam Al Qur’an, terdapat lagi Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi yang dipilih oleh Allah SWT. Apa itu Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi?

Pengertian Nabi Ulul ‘Azmi

Nabi Ulul ‘Azmi memiliki arti sebagai seorang nabi yang memiliki ketabahan, kesabaran, dan keuletan yang luar biasa dalam menjalan tugasnya sebagai Nabi dan Rasul. Walaupun ia menghadapi banyak tantangan semasa hidupnya, namun ia tak pernah berhenti meyakini bahwasannya Allah SWT tetap bersamanya.

Di dalam Al Qur’an tertulis bahwasannya terdapat 5 Nabi Ulul ‘Azmi di antara 25 orang Nabi yang umat Muslim imani. 5 Nabi Ulul ‘Azmi tersebut adalah Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW. Dari kelima Nabi Ulul ‘Azmi tersebut, mereka dikaruniai mukjizat yang berbeda-beda serta kisah hidup yang patut untuk kita jadikan sebagai pembelajaran.

Kisah Kelima Nabi Ulul ‘Azmi

1. Nabi Nuh AS

Mukjizat yang Allah SWT berikan kepada Nabi Nuh AS adalah keselamatan saat akan diturunkannya musibah banjir bandang oleh Allah SWT. Banjir bandang tersebut diturunkan sebagai bentuk azab kepada kaum Nabi Nuh AS yang ingkar kepada ajaran-ajarannya. Sebelum banjir bandang tersebut diturunkan, Allah SWT memberikan Nabi Nuh AS sebuah pengingat untuk membangun bahtera kapal yang besar untuk menyelamatkan dirinya, pengikutnya yang masih setia, serta mahluk hidup seperti hewan untuk naik ke dalam kapalnya.

2. Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS adalah salah satu nabi yang berjuang untuk menghapuskan kepercayaan kaum Raja Namrud terhadap penyembahan berhala. Ia berusaha menghancurkan berhala-berhala tersebut dan menuntun kaum Raja Namrud untuk masuk ke jalan Allah SWT. Hal tersebut menjadi pemicu kemarahan Raja Namrud. Dan Nabi Ibrahim AS pun diperintahkan untuk dibakar hidup-hidup. Namun atas kehendak Allah SWT, tidak sedikitpun api yang menyentuh tubuh Nabi Ibrahim AS yang membakar dirinya.

3. Nabi Musa AS

Nabi Musa AS hidup pada masa pemerintahan Raja Fir’aun di Kota Mekkah. Sama seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS juga berusaha menumpas keyakinan kaum Raja Fir’aun yang menyembah berhala. Mukjizat yang Allah SWT berikan kepada Nabi Musa AS adalah Kitab Taurat yang diturunkan kepadanya, tongkat yang dapat membelah lautan ketika ia dan pengikutnya harus lari dari kejaran Fir’aun, serta tongkat yang dapat berubah menjadi ular.

4. Nabi Isa AS

Selain dilahirkan melalui tiupan ruh ke dalam rahim ibunya, yaitu Maryam, sedari kecil Nabi Isa AS juga dapat berbicara. Ketika ia tumbuh dewasa, ia dapat menyembuhkan orang-orang buta dan menghidupkan orang yang meninggal dunia. Selain itu, Nabi Isa AS juga diberikan mukjizat berupa Kitab Injil.

5. Nabi Muhammad SAW

Mukjizat terbesar yang Nabi Muhammad SAW terima dari Allah SWT adalah Al Qur’an. Yang mana kitab suci tersebut hingga hari ini masih menjadi kitab suci sempurna yang seluruh umat Islam di dunia jadikan pedoman. Selain mukjizat material tersebut, Nabi Muhammad SAW juga pernah diberikan mukjizat berupa kemampuan membelah bulan menjadi dua (atas izin Allah SWT) untuk membuktikan kenabiannya kepada penduduk Mekkah yang pada saat itu masih tidak mempercayainya.

Itulah dia pengertian dan perbedaan dari Nabi dan Rasul, serta kisah singkat dari nabi-nabi Ulul ‘Azmi. Dari penjabaran di atas, semoga Anda sedikitnya sudah menjadi lebih mengenal tentang sosok nabi dan rasul yang disebutkan Allah SWT di dalam kitab suci Al Qur’an. Ke depannya, masih ada hal yang perlu Anda ketahui yaitu cerita dari 25 nabi dan rasul secara lengkap yang ada di dalam agama Islam.

Baca juga: Cara Mendidik Anak dalam Islam, Bagaimana Caranya? Ini Jawabannya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *