General

ANEKA RAGAM PAKAIAN ADAT BANJAR – KALIMANTAN SELATAN

Suku Banjar atau biasa disebut Urang Banjar merupakan penduduk asli yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan. Sama seperti provinsi lainnya, Kalimantan selatan juga memiliki seni dan budaya yang beragam, termasuk dalam hal pakaian adat. 

Setidaknya ada empat jenis pakaian adat yang dikenal dan mewakili kekhasan budaya Banjar. Pakaian-pakaian adat tersebut sampai sekarang masih sering digunakan masyarakat Banjar dalam acara perkawinan. 

1. Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lulut | Pariwisata Indonesia

Diyakini sebagai pakaian adat tertua suku banjar, pakaian adat ini telah ada sejak abad ke-15 Masehi sebelum Islam memasuki Kalimantan Selatan, karena itu baju ini memiliki perpaduan budaya Hindu dan budaya Banjar. 

Untuk wanita biasanya memakai kemben atau biasa disebut udat . Meskipun ada beberapa yang menggunakan baju lengan pendek dengan dihiasi payet. Dipadukan dengan kain panjang berbentuk rok dengan ikat pinggang, bertabur manik dengan sulaman emas bermotif Halilipan.

Untuk pria menggunakan baju lengan pendek tanpa kerah, namun ada juga yang telanjang dada untuk menunjukkan keperkasaan. Bawahannya mengenakan celana panjang berhias manik-manik dengan motif pucuk rebung, sedangkan bagian luar celana ditumpuk dengan kain selutut untuk menambah kesan kewibawaan. Busana ini juga dilengkapi dengan ikat pinggang dan keris pusaka di pinggang.

Selain roncean bunga, keeksotisan busana ini juga terlihat dari mahkotanya, terbuat dari logam yang dibentuk menjadi dua ular lidi melingkar dan dipertemukan menjadi satu yang bagian depannya diletakkan Amar (mahkota bertahtahkan dua ekor ular naga). Sedangkan bagian ekornya disatukan dengan garuda mungkur paksi melayang. Bagian belakang dilengkapi dengan anyaman janur bentuk Halilipan, untuk wanita bagian kepala juga dihiasi dengan kembang goyang yang berjumlah ganjil. 

2. Baamar Galung Pancaran Matahari

4 Pakaian Adat Daerah Kalimantan Selatan - Sering Jalan

Pakaian adat ini muncul pada abad ke-17, sejak adanya pengaruh agama Islam dan kerajaan Islam di Kalimantan Selatan. Pakaian ini memadukan unsur budaya Hindu dan Jawa.

Budaya Jawa sangat terasa dengan adanya rangkaian bunga melati. Unsur Hindu juga terasa pada mahkota berbentuk naga yang digunakan.

Untuk wanita memakai baju poko lengan pendek berhiaskan manik-manik berbentuk rumbai, dibagian dada terdapat kida berbentuk segi lima untuk menutup dada. Untuk bawahannya memakai tapih (sarung panjang) yang bermotif halilipan. 

Untuk pria memakai kemeja lengan panjang dengan hiasan renda pada bagian dada, juga memakai kain bermotifkan halilipan yang diikat kepinggang menggunakan tali wenang. 

3. Babaju Kun Galung Pacinan

4 Pakaian Adat Khas Kalimantan Selatan - Borneo ID

Pakaian adat yang berkembang pada abad ke-19 ini memadukan budaya Timur Tengah dan Cina. Perpaduan keduanya nampak terlihat jelas, dimana untuk pria memakai baju gamis atau jubah dengan kopiah alpe yang dililitkan surban. Pada wanita memakai mahkota berhiaskan permata dengan kembang goyang dan tusuk konde.

4. Babaju Kubaya Panjang

4 Pakaian Adat Banjar - Page 2 of 2 - Tak Terlihat

Pakaian adat ini merupakan modifikasi dari semua pakaian adat yang ada. Modifikasi yang paling menonjol ada pada baju wanita yang tidak memakai baju poko lagi, melainkan kebaya sehingga disebut Babaju Kubaya Panjang

Modifikasi dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Namun masyarakat Banjar memodifikasinya tanpa meninggalkan unsur-unsur aslinya. Hal ini tentunya untuk menjaga kebudayaan agar tidak punah. 

Baca Juga : Mewahnya Aesan Gede Pakaian Adat Sumatera Selatan

Keempat pakaian adat tersebut masih terus dilestarikan hingga sekarang. Upaya pelestarian bisa dilihat dari masyarakat Banjar yang memakai pakaian tersebut dalam upacara perkawinan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *