Entertainment

Review Manga One Piece Chapter 1000

Advertisements

Manga One Piece Chapter 1000

C:\Users\HP\Downloads\176848.jpg
Sumber: Mangaplus

Eiichiro Oda membuka 2021 dengan merilis chapter 1.000 dari serial petualangan bajak laut di Manga One Piece, setelah sebelumnya dia libur selama dua pekan. Chapter 1000 ini sudah ditunggi oleh para penggemar di seluruh dunia, dan butuh lebih dari 20 tahun untuk Manga ini mencapai chapter 1.000. Namun sangat disayangkan karena alur cerita yang ditampilka pada chapter 1000 ini justru tidak terlalu spesial.

Review Manga: One Piece Chapter 1000

Butuh beberapa chapter sampai akhirnya Luffy dapat tiba di tujuan. Pada chapter ini Luffy mendapat bantuan terakhir dari Three Musketeers pengawal Inuarashi untuk bisa mencapai lokasi Kaido tanpa harus mendapat gangguan dari musuh.

Luffy mengucapkan terima kasihnya kepada Shishilian atas bantuannya, juga mengatakan bahwa Luffy tidak akan melupakan jasa Shishilian dan Suku Mink yang telah merelakan diri untuk mempertaruhnkan nyawanya demi melindungi Raizo dari Kerajaan Jack.

Luffy ternyata tidak sendiri saat tiba di puncak tengkorak Onigashima. Ada yang lebih dulu bersiap untuk menghadapi dua Yonko, Big Mom atau Charlotte Lin dan Kaidou yaitu Zoro, Trafalgar Law, Killer dan Rustass.

Ini menjadi penampilan perdana Law. Setelah terakhir tampak saat menemukan sebuah poneglyph di tengkorak. Kemudian sebelumnya Zoro mengalami kesulitan untuk mencapai puncak lokasi Kaidou dikarenakan sibuk merebut obat penawar Ice Oni dari Scratchmen Appo dan jalan menuju tengkorak Onigashima yang dihalangi Quenn dan King. Namun pada akhirnya setelah mendapat bantuan dari Marco The Poenix, Zoro akhirnya berhasil naik. Keberadaan Marco ternyata menudahkan semuanya, sehingga King dan Queen kesulitan ketika menghadapau Marco dan Zoro pun sukses dilempar ke puncak Onigashima.

Yamato, Buku Catatan Oden dan Momonosuke

Sumber: Greenscene

Percakapan Yamato dan Kozuki Momonosuke di chapter ini tak bisa dilewatkan yaitu sebelum jauh membahas pertempuran di puncak tengkorak Onigashima. Pada chapeter 999 terjadi percakapan dimana di mana Yamato menyampaikan kisah saat Portgas D. Ace mampir ke Onigashima dan kelanjutan percakapan keduanya terdapat pada chapter ini.

Yamato mengatakan bahwa buku catatan Kozuki Oden berisi tentang semua informasi yang mengenai kehidupan luar biada yang Oden jalani, di chapter ini. Oden menulis kata-kata yang pernah membuat dia tercengang dari seorang Gol D. Roger dan ternyata impian Luffy yang pernah diucapkan di hadapan Sabo dan Ace memiliki kata-kata yang sama persis dengan.

Impian Luffy diceritakan kepada Yamati secara tidak sengaja dan meminta Yamato untuktidak mentertawakannya. Alih-alih menertawakan, justru Yamato Menangis. Apa yang diucapkan oleh Roger di hadapan Shirohige dan Oden sama dengan apa yang diimpikan Luffy menjadi alasan Yamato menangis.

Tak hanya itu, dikatakan oleh Yamato bahwa di buku tersebut Oden juga memprediksi apa yang akan terjadi di masa 20 tahun mendatang.  Dalam 20 tahun mendatang tersebut, menurutnya akan datang akan ada sekelompok bajak laut muda yang dapat mengguncang New World. Selain itu juga dapat mampu mengalahkan seorang Kaidou. Perkiraan Yamaro pada saat itu bahwa sosok bajak laut muda di prediksi Oden adalah Ace. Maka Yamato mengambil simpulan bahwa Luffy adalah bajak laut muda yang disinggung Oden di buku catatannya. Hal ini setelah mendengar cerita dari Ace soal Luffy dan fakta bahwa di Perang Marineford Ace mati.

Advertisements

Luffy merupakan bajak laut yang akan memimpin generasi baru bajak laut untuk mengguncang New World yang selama ini dikuasai oleh para generasi tua, termasuk Kaidou dan Big Mom. 

Luffy Si Calon Raja Bajak Laut

Sumber: Gora Juara

Hal yang langsung menarik perhatian Big Mom dan Kaidou adalah kehadiran Luffy di puncak tengkorak Onigashima. Bahkan keberadaan Law, Kid, Killer, dan Zoro tidak lagi diperdulikan oleh kedua Yonkou itu tak dan fokus pada sosok Luffy.

Luffy menunjukkan sikap angkuhnya, ketika Kaidou dan Big Mom menyindir sikap angkuhnya, Luffy justru mengabaikan keduanya dan berjalan santai ke arah Kin’emon yang terkapar di belakang Kaidou. Setelah dihabisi oleh Kaidou, Kin dan seluruh anggota Nine Red Scabbards sudah terluka parah dan tampak tak berdaya.

Kin menangis ketika Luffy meminta maaf karena datang terlambat. Apabila harus bertemu Oden dalam keadaan seperti sekarang, Kin mengaku merasa malu. Hal ini dikarenakan kalah dari Kaidou dan gagal membalaskan dendam Oden. Kin memohon pada Luffy untuk menyelamatkan Wano dari kekuasaan Kaidou sambil menangis. Beban berat tersebut disanggupi oleh Luffy.

Kaidou tiba-tiba muncul di tengah momen haru itu, dan menghunus palu gadanya serta siap untuk menghantam Luffy. Luffy segera meminta bantuan Law untuk memindahkan Nine Red Scabbards dari arena pertarungan, karena Luffy sudah menyadari serangan tersebut.

serangan palu gada Kaidou tersebut dihindari oleh Luffy, dia teringat pada perjuangan dan kesengsaraan para samurai Wano yang diakibatkan oleh ulah Kaidou, dan jurus Gomu Gomu No Red Roc pun menghantam wajah Kaidou. Karena serangan Luffy sukses membuat Kaido jatuh bahkan mencium tanah mebuat Kaidou kaget, sementara Big Mom tak percaya Kaidou bisa diperlakukan seperti itu oleh seorang anak baru. Pada One Piece chapter 1.000 pun ini ditutup dengan kalimat lantang Luffy yang menjawab pertanyaan Kaidou.

“Aku adalah Monkey D. Luffy, dan aku adalah pria yang akan mengalahkan mu untuk menjadi Raja Bajak Laut!”

Baca juga: 5 Rekomendasi Game Dewasa Android Terbaik

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *